Spot welding (Las titik)

Spot welding (Las titik)

Program Studi Teknologi mesin D3 menetapkan salah satu mata kuliah konsentrasinya adalah Spot welding (Las titik). Apa itu las titik? Uraiannya dalah sebagai berikut;

Stationary Spot Welding (SSW)

Stationary Spot Welding (SSW) adalah jenis Mesin Las yang termasuk dalam kelompok RESISTANCE WELDING, bentuknya berdiri dan tidak bisa digeser geser tetapi operator yang memegang material yang akan di las (lihat gambar di atas), berbeda halnya dengan yang namanya Portable Spot Welding (PSW), kalau PSW alatnya yang dipegang dan digerakan sesuai keinginan Operator. Untuk material yang akan di las posisinya diam di atas JIG untuk material tersebut. untuk kedua mesin tersebut arus Ampere yang keluar dari Transformer di perbesar (antara?+?2.000Amp ~?+?20.000 Amp) dan Voltage yang keluar dari Transformer di perkecil (antara?+?12Volt ~?+?24Volt) tergantung dari Kapasitas Transformer yang terpasang dari setiap unit atau model dari Mesin Las tersebut.

Portable Spot Welding

Contoh Welding Spot Portable
Sumber Gambar : https://tentang-mesin-las.blogspot.com

Mesin untuk Las Titik dibagi menjadi dua type yaitu Mesin Las Titik dengan arus AC (arus bolak balik) dan Mesin Las Titik dengan arus DC (arus searah). Untuk penggunaan mesin Las Titik AC dan mesin Las Titik DC itu berbeda fungsinya dan tergantung dari bahan material yang akan di Las, contohnya Mesin Las Titik AC digunakan untuk mengelas dengan material plat dari bahan Besi (Mild Steel), Stainless Steel (SUS) dan Mesin Las Titik DC digunakan untuk mengelas material plat dari bahan Aluminium (ALU), Cooper.

Cara kerja untuk mesin Las Titik adalah paduan antara Waktu pengelasan, besarnya Ampere dan Tekanan (Pessure). dan keteranganya adalah sebagai berikut :

SETTING WAKTU PENGELASAN :

  • SEQUENCE adalah satu siklus pengelasan dari Squeeze sampai program end.
  • SQUEEZE adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk turunya Electrode upper ketemu Electrode Lower dan ditambah waktu untuk nunggu antara 3~5 cycle sebelum waktu pengelasan ON.
  • UP-SLOPE adalah waktu untuk pengurangan arus welding sehingga arus yang keluar tidak langsung besar sehingga arus yang keluar jadi merambat naik, nilainya antara 1~3 cycle.
  • WELD TIME 1 adalah waktu yang dibutuhkan untuk lamanya pengelasan ke 1
  • COOL TIME 1 adalah waktu untuk jeda antara Weld 1 dengan Weld 2. (Note : jika diperlukan)
  • WELD TIME 2 adalah waktu yang dibutuhkan untuk lamanya pengelasan ke 2. (Note : jika diperlukan).
  • DOWN-SLOP adalah kebalikan dari UP-SLOPE, jadi arus ampernya merambat turun (tidak sekaligus turun).
  • HOLD TIME adalah waktu yang dibutuhkan untuk memegang plat setelah di cairkan supaya tidak berubah posisinya.
  • OFF TIME adalah waktu jeda yang dibutuhkan untuk pengulangan SEQUENCE, seperti proses menjahit jika Start Button di tekan terus maka mesin las akan mengelas kembali secara berulang ulang. (Note : jika diperlukan)

SETTING AMPERE UNTUK PENGELASAN :

  • WELD CUR 1 adalah besarnya arus Ampere yang dibutuhkan untuk mencairkan material yang akan di las ke. 1.
  • WELD CUR 2 adalah besarnya arus Ampere yang dibutuhkan untuk mencairkan material yang akan di las ke. 2. (Note : Jika dibutuhkan).

Note : WELD TIME 2 dan WELD CUR 2 ini biasanya digunakan sewaktu mengelas plat dengan besi AS full atau mengelas Plat yang ada coatingan. Sehingga dalam prosesnya perlu pengelupasan coating sebelum proses pengelasan yang sebenarnya.

 

TEKANAN (PRESSURE) UNTUK PENGELASAN :

  • AIR PRESSURE adalah besarnya tekanan angin yang butuhkan untuk terjadinya pengelasan dan biasanya besarnya tekanan antara 3 kgf/cm2 (0.3 MPa) sampai 4 kgf/cm2 (0.4 MPa), nilainya bisa berbeda beda tergantung dari hasil Trial atau Standard setting (SOP).

Mesin ini juga bisa digunakan untuk PROJECTION WELDING, dimana dalam satu kali proses pengelasan bisa lebih dari satu titik yang harus di spot, seperti yang terdapat pada kaki Baut atau Mur yang harus di tempel pada Plat Bracket, dalam proses pengelasan Mur atau Baut terdapat embos sebagai titik point pengelasan terhadap Bracket tersebut. Baracket bracket tersebut bisa anda lihat pada bagian dari unit Kendaraan seperti Mobil dan Sepeda Motor. Jenis mesin las ini banyak digunakan di Industri Metal seperti Pabrik pembuat Mobil, pembuat Sepeda Motor, pembuat Box Panel, dll.

Apa saja yang dibutuhkan untuk menghidupkan satu unit Mesin Las Titik :

  • Sumber LISTRIK

Fungsi dari Sumber Listrik adalah untuk memberikan tegangan ke bagian Trafo/Transformer sebesar 200/380 VAC yang dihubungkan ke bagian Primer. dan yang Skunder akan mengeluarkan Ampere yang berpungsi untuk memanaskan Area yang akan di Las. Dan besaran Ampere yang dibutuhkan untuk memanaskan plat yang akan di las di atur olehTimer Control unit.

  • Kompresor ANGIN :

Kompresor Angin disini gunanya untuk mendorong selinder yang terhubung dengan Electrode sehingga ada tekanan (Pressure) dibagian Electrode upper dan Lower sewaktu terjadi pengelasan. besarnya tekanan angin (pressure) antara 3.0kgf ~ 4kgf (besaranya bisa berbeda beda dan itu tergantung dari tebalnya plat yang akan di Las Titik (Spot).

  • AIR Pendingan (Coolant)

Air pendingin (Coolant) berfungsi sebagai pendingin Electrode di Area Las Titik , untuk mendinginkan Transformer dan untuk Pendinginan Thyristor.